Ketika kau tatap mataku dalam”
Rembulan menuliskan kisahnya di lembaran malam
Bintang” sebagai tanda baca, tntang kalimat cinta tanpa akhir
Kau tanyakan padaku “adakah waktu untukku
Bukankah sudah mnjadi takdir
Waktuku tercipta untuk mencintaimu..”
Malam demi malam kita lewati penuh kenikmatan
Sebuah perjalan ke surge
Percakapan tiada habisnya, tak ada matinya
Hal” kecil sgalanya bermakna
Kita saksikan setangkai rembulan tumbuh mnjadi purnama
Kita pun bermandi cahaya di keheningan malam
Lalu kau petik butir” cahayanya
Kau jadikan huruf” doa
Kau taburkan di pelupuk mataku dgn dua pucuk jarimu
Menjelma sepucuk surat dgn kata” mutiara
Terangkai indah bagai karya pujangga
Lihatlah lingkar mataku, bersinar karenanya
Kau pun bercerita tentang jejak pengembara
Menghabiskan waktu di padang sahara dan hutan belantara
Untuk cinta abadi pada sang kekasih hati
Kau bertanya padaku “adakah waktu untukku
Bukankah sudah menjadi prasasti
Kau tercipta untuk waktuku..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar